Random Post

Minggu, 08 Januari 2012

Dua puluh Lagu Terbaik Di Tahun 2011

20. Karena Kamu Cuma Satu – Naif

Kalian boleh mengatakan lagu ini gombal tingkat tinggi, tetapi melodi klasik yang ada di lagu ini tidak dapat berbohong. Ia lebih jujur daripada segala keplastikan lagu cinta lokal lainnya yang berseliweran di negara ini, dan kadar pop tingkat tinggi yang ada di dalamnya tidak dapat dipungkiri. Ini adalah lagu pernyataan cinta terbaik tahun ini, terserah kalian mau mengakuinya atau tidak.

19. Money – The Drums

Jonathan Pierce masih melanjutkan bergoyang seperti Ian Curtis di depan mikrofon dan melengking seperti Morrissey ketika menyanyikan lagu ini. Ah, lagu indie tidak pernah seindah ini rasanya, kalau saja dunia pop ini hanya dipenuhi lagu seperti ini, dan tidak ada lagu lainnya, maka tidak peduli ada uang atau tidak, kita semua akan mati bahagia.

18. Überlin – REM

Tepat di saat kita ingin mencintai kembali REM melalui lagu ini, karena melodinya yang menyuarakan hangatnya matahari dan optimisnya musim panas; mereka membubarkan dirinya. Tapi mungkin itu adalah yang harus mereka lakukan, dan lagu ini adalah salah satu relik REM yang akan mengatakan betapa hebatnya band ini.

17. Under Cover Of Darkness – The Strokes

Apa yang terjadi sebenarnya dengan The Strokes? Ketika lagu ini dirilis sebagai teaser “Angles” yang menandakan kembalinya mereka setelah 5 tahun hiatus, yang ada hanyalah teriakan HURRA tiada habisnya. Karena lagu ini adalah bukti nyata kenapa kita mencintai The Strokes, permainan gitar sederhana tetapi menggaet kita untuk selalu menggumamkannya di mana pun kita berada, nyanyian agresif Julian yang membawa kita selalu berada dalam kebanggaan masa muda yang tak pernah habis, arah lagu yang tiba-tiba berubah ketika Nick melakukan solo. Semuanya ada di sini. Tapi “Angles” dirilis, dan kita pun kembali ke kondisi 5 tahun yang lalu. Album yang dilempar tersebut adalah pameran kebanggaan sebuah ego yang kosong tanpa arti untuk mempertahankan disintegrasi yang tidak bisa lagi dicegah.

16. Perak – The Brandals

Apakah ini akselerasi rock ala Primal Scream? Apakah ini blitzkrieg pop ? Bukan. Ini adalah band kebanggaan Jakarta Timur, dan kita semua boleh berbangga mengukir tato baru di badan kita bertuliskan BRNDLS.

15. Stuck On The Puzzle – Alex Turner

Alex Turner adalah seorang penyair. Suaranya menyuarakan ketenangan, melodi yang ia mainkan menyentuh melankoli yang kita tidak pernah tahu pernah ada di hati kita. 6 lagu yang ia buat dan mainkan untuk mengisi OST “Submarine” adalah untaian nada penenang yang akan selalu membuai kita ketika kita kesulitan untuk kembali kepada keindahan mimpi yang pernah kita miliki.

14. Zum Laichen Und Sterben Ziehen Die Lachse Den Fluss Hinauf – Thees Uhlmann

Apa jadinya sebuah hari tanpa Thees Uhlmann? Manusia multi talenta ini: Vokalis/gitaris sebuah band Indie papan atas Jerman, penulis musik, pemilik label rekaman indie; selalu punya cara untuk mengungkapkan hal-hal sederhana menjadi sesuatu yang paling indah dalam kehidupan. Kali ini ia bercerita tentang hidupnya, tentang hidup di daerah suburban, tentang tumbuh besar di era perang dingin, tentang kecintaannya terhadap sebuah klub sepakbola. Semuanya sederhana, tetapi seperti suasana optimis dalam lagu ini, ia berhasil mengubahnya menjadi sesuatu yang sangat spesial, dan lihat di akhir hari, ia kembali menyelamatkan kita dari penatnya kehidupan.

13. The Day When Everything Around Us Fall Asleep And We Do Remember How To Awake – L’alphalpha

Pernah merasakan kita terbangun, dan kehilangan segalanya? Kita kehilangan pekerjaan kita, kita kehilangan hal-hal yang kita percayai ataupun kehilangan orang-orang yang kita cintai? Lagu ini mengingatkan kita dengan sangat indahnya, terlebih ketika piano itu berdenting tanpa henti, seperti hendak berkata kepada kita; segala sesuatu akan berubah, dan untuk hal itu kita patut berbahagia dan merayakan kehidupan lebih lanjut.

12. Get In Your Mind – The Milo

Lagu ini sangat merasuki. Di kala benak sedang steril tidak dapat ditembus dan merasakan kehampaan, lagu itu menari-nari dengan sendirinya di benak kita, dengan gaungan gitar yang bersahut-sahutan dan suara falseto seperti seorang malaikat yang sedang memanggil kita, The Milo masuk memasuki pikiran kita menghapuskan segala keresahan kita.

11. Neat Little Rows – Elbow

Elit Manchester. Apakah Elbow sudah berhasil menembus lingkaran eksklusif tersebut? Yang namanya akan dibicarakan orang bertahun-tahun setelah band mereka bubar, seperti orang membicarakan Joy Division, The Smiths, The Stone Roses dan Oasis? Tidak akan ada yang tahu akan seperti apa nantinya, yang jelas lagu ini adalah langkah pasti Elbow memasuki lingkaran tersebut.

10. Charlie Brown – Coldplay

Enoxification dalam stadion rock. Inilah Coldplay dalam penampilan terbaik mereka. Ketajaman gitar Jonny Buckland dan suara Chris Martin yang menggembirakan sanubari seperti layaknya kita sedang melompat di atas awan. Dan kita melihat kembang api di atas sana. Brilian.

09. Lotus Flower – Radiohead

Lupakan sejenak Thom Yorke yang berdansa dengan asyik di video lagu ini. Tajamkan telinga kalian, rasakan beat yang diiringi tepukan tangan tersebut, rasakan sampai kalian melupakan apa yang ada di sekeliling kalian, dengarkan Thom yang menyanyi dengan agung di lagu ini. Sungguh, Radiohead selalu sukses menempatkan musik di atas segalanya, dan mendefinisikan baru diri mereka. Kembali rasakan beat itu, dan dengan sendirinya kita akan ikut berdansa dengan Thom.

08. If I Had A Gun – Noel Gallagher’s High Flying Band

Waktu Oasis bubar, mungkin kita sempat cemas dan bertanya siapa lagi yang dapat menyanyikan sebuah lagu melankoli berlirik sarkasme yang tiba-tiba dapat mencerahkan hari? Untungnya Noel Gallagher memutuskan untuk keluar dari hiatusnya dan memberikan lagu ini untuk kita semua. Akhirnya hari-hari mendung itu tidaklah segelap yang kita pikirkan karena pada akhirnya Matahari akan bersinar untuk kita semua, diiringi oleh lagu seorang Noel Gallagher.

07. Set Me Free – The Sand Band

Lagu sepanjang 02:49 ini adalah satu-satunya yang kita butuhkan untuk menerobos kekelaman malam yang terlalu sendu. Dengan slide gitar yang menghantui dan suara vokal yang parau dari David McDonnell, lagu ini akan membebaskan kita dari semua kepiluan malam.

06. Lonely Boy – The Black Keys

Di arus utama, kita mungkin sudah penat dengan segala macam jenis dansa kolektif sebuah anthem pesta. Beruntung untuk kita yang setia berdiri di luar arus utama, Tuhan memberikan kita The Black Keys, duo garage/blues yang paling keras bekerja selama 1 dekade terakhir dan akhirnya memberikan jawaban dengan mempersembahkan dansa kolektif indie paling mencengangkan tahun ini dan menginspirasikan ribuan orang untuk mendedikasikan video di youtube sebagai tribut terhadapa lagu ini.

05. The Hellcat Spangled Shalala – Arctic Monkeys

Melodi gitar yang renyah penuh dengan reverb itu mengawali lagu ini, seperti hangatnya sinar Matahari mengawali sebuah musim panas. Semuanya terasa nyaman dan tidak ada yang perlu dikuatirkan. Seperti gambaran hari-hari di mana semuanya berjalan dengan semestinya pada tempatnya masing-masing, diiringi dengan kentalnya aroma melodi musik 60-an yang dibawakan penuh perasaan oleh Arctic Monkeys.

04. Four Letter Word – Beady Eye

Lagu ini adalah alasan mengapa kita harus menyukai Beady Eye. Liam Gallagher seperti menemukan kembali performa terbaiknya di lagu ini, menyerang seperti Tyson pada puncaknya, diiringi dengan musik James Bond-eske yang dipadukan dengan solo gitar Gem Archer yang tidak pernah didengar dalam musik Oasis setelah “Bring It on Down”. Setelah mendengar lagu ini, masihkah kita bertanya apakah kita masih membutuhkan Oasis saat ini? Tidak untuk saat ini.

03. Days Are Forgotten – Kasabian

Jika Kasabian suatu waktu akan merilis kumpulan hits mereka, tidak pelak lagi lagu ini akan masuk sebagai salah satu yang terbesar. Menggabungkan elemen hiphop dan indie rock dari sisi terbaiknya dengan sangat cerdas, lagu ini mendobrak batasan gitar rock mensemenkan posisi Kasabian sebagai salah satu band terbaik Britania Raya saat ini.

02. Later On – Polyester Embassy

Sulit untuk memilih satu lagu yang paling baik dari album Fake/Faker, karena album itu dipenuhi oleh lagu-lagu yang sangat handal. Namun jika diharuskan untuk memilih satu, maka pilihannya akan jatuh kepada “Later On”. Lagu ini adalah gambaran kematangan Polyester Embassy, dimulai dari intro bass yang melodik tersebut, verse yang bercumbu dengan kemanisan musik pop, sampai dentingan suara piano di coda; semua unsur-unsurnya tergabung menjadikannya lagu pamungkas hebat dari album dasyhat sebuah band alternatif terbaik yang pernah muncul negara ini.

01. Inhaler – Miles Kane

Segala sesuatu yang melekat pada Miles Kane seperti tidak berasal dari masa sekarang, dan itu adalah hal terbaik pada dirinya. Walaupun kental dengan suara retro yang ia mainkan, “Inhaler” mendefinisikan baru teriakan “YEAH..YEAH..YEAH” dan laddism, dibawakan oleh seorang dandy hedonis yang tidak peduli dengan apapun, kecuali keluaran suara gitar dari amplinya.

sumber: http://supersonicsounds.wordpress.com/2011/12/24/20-lagu-terbaik-2011/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar